Dome, Melatih Siswa SMP Al Hikmah Surabaya Jadi Pendakwah dan Pemimpin Masa Depan

Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan melalui Dakwah dan Pengabdian

Menurut Nasihin, pelaksanaan program Dakwah on the Mosque (Dome) di SMP Al Hikmah Surabaya bukan sekadar aktivitas keagamaan, tetapi juga sarana pembelajaran kepemimpinan berbasis aksi nyata.

“Para siswa tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga sebagai pengelola yang bertanggung jawab atas keseluruhan kegiatan, mulai dari adzan dan iqamah, berbagi takjil, mengajar anak-anak mengaji, memberikan tausiyah, hingga terlibat dalam jalannya shalat fardhu dan tarawih,” ujarnya.

BACA: Ibu, Pilar Penting Peradaban

Semua ini mereka rancang dan jalankan secara mandiri, berkoordinasi langsung dengan takmir masjid setempat. Dengan pengalaman ini, mereka tidak hanya mengasah kemampuan komunikasi dan kerja tim, tetapi juga belajar bagaimana memimpin dengan keteladanan dan tanggung jawab.

“Program ini menanamkan prinsip kepemimpinan yang melayani, di mana siswa belajar bahwa seorang pemimpin sejati bukan hanya mereka yang memberi perintah, tetapi juga mereka yang berkontribusi, menginspirasi, dan membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya,” katanya.

Kepemimpinan Kolaboratif: Sinergi Siswa dan Orang Tua dalam Berbagi Kebaikan

Dalam program Dome, berbagi takjil dan menu buka puasa bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga bentuk nyata dari kepemimpinan berbasis kolaborasi. Para siswa bertanggung jawab penuh dalam menyiapkan dan mendistribusikan hidangan berbuka bagi jamaah masjid, menunjukkan bagaimana kepemimpinan bukan hanya soal mengatur, tetapi juga melayani.

“Namun, keberhasilan program ini tidak lepas dari peran serta orang tua yang dengan penuh antusias mendukung anak-anak mereka dalam penyediaan takjil dan menu buka puasa,” katanya.

BACA: Gelar Perayaan Isra Mikraj, Kepala SMKN 2 Bondowoso Ingatkan Makna Bangun Jiwa dan Raga

Dukungan ini tidak hanya menunjukkan kuatnya sinergi antara sekolah, siswa, dan keluarga, tetapi juga mengajarkan nilai penting dalam kepemimpinan: bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang mampu menggerakkan komunitasnya untuk bersama-sama menciptakan manfaat yang lebih luas.

“Melalui Dome, siswa belajar bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang kemampuan individu, tetapi juga tentang membangun kebersamaan dan gotong royong dalam mewujudkan kebaikan,” ujar Nasihin. (*)

Leave a Reply